Cegah Covid-19, Pejabat Banyuwangi Pakai Kalung Anti Virus

Home / Berita / Cegah Covid-19, Pejabat Banyuwangi Pakai Kalung Anti Virus
Cegah Covid-19, Pejabat Banyuwangi Pakai Kalung Anti Virus Forpimda Banyuwangi kompak memakai kalung yang disinyalir sebagai anti virus corona (FOTO: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)

GARUTTIMES, BANYUWANGI – Pandemi virus corona (Covid-19) terus menghantui masyarakat seluruh dunia. Tak pandang bulu, dari pejabat hingga rakyat semuanya ketar-ketir terjangkit virus asal China ini. Sejumlah langkah dilakukan agar tidak tertular virus tersebut.

Mulai dari menjaga pola hidup bersih dan sehat, olahraga, mengkonsumsi vitamin, menerapkan physical distancing hingga memakai alat-alat yang dipercaya dapat menangkal Covid-19 ini.

Seperti yang dilakukan oleh para pejabat Forpimda Banyuwangi, Jawa Timur. Saat melakukan pemantauan posko pemeriksaan Covid-19 di Kecamatan Wongsorejo, mereka nampak kompak mengenakan kalung yang digantung di leher berwarna biru. 

anti-virus-corona-2.jpg

Mulai dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, dan Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto. Selain itu Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara dan Wakil Ketua DPRD, Michael Edy Hariyanto juga terlihat memakai kalung virus shout out yang diyakini bisa menangkal virus corona ini.

Benarkah kalung tersebut berfungsi untuk menangkal virus corona?

Menurut Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto, benda berwarna biru tersebut merupakan kalung anti virus corona.

"Iya mas betul," ungkapnya saat dikonfirmasi TIMESIndonesia, Senin (13/4/2020).

Namun begitu, Yuli tidak menjelaskan secara rinci tentang bagaimana penggunaan dan seberapa lama benda tersebut bisa dipakai di leher.

Sementara itu hasil penelusuran yang dilakukan oleh TIMESIndonesia, kalung yang disinyalir dapat mencegah virus corona tersebut ternyata bebas diperjualbelikan.

Bahkan di toko online atau e-commerce, kalung berbentuk kartu yang tertulis 'Virus Shut Out' itu dijual dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp128.000 hingga Rp270.000. Di Shopee, kalung itu dipatok dengan harga Rp 235.000.

Dari keterangan di toko online tersebut tertulis bahwa 100 persen asli buatan Jepang. Bahkan dalam diskripsi produk tertulis jika kalung tersebut lagi booming di Jepang.

"100 % ORIGINAL MADE IN JAPAN. VIRUS SHUT OUT / KALUNG PENANGKAL VIRUS (CORONA). Yang lagi booming di Jepang !!!. Gak usah khawatir lagi ya kalo gak ada masker, cukup kalungkan kalung anti virus ini virus pun gak akan nempel," demikian keterangan diskripsi produk.

Dari informasi tersebut, bentuk fisik kalung yang dipakai oleh pejabat Pemkab maupun DPRD Banyuwangi itu ternyata sama persis dengan produk yang dijual di toko-toko online. Namun soal kualitas atau kegunaan kalung anti virus corona tersebut masih abu-abu. 

Dilansir dari Kompas.com, berjudul [HOAKS] Kalung "Shut Out" Dapat Cegah Virus Masuk ke Tubuh, dokter spesialis peremajaan kulit, dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM) menegaskan, kalung tersebut tidak ada manfaatnya.

"Tidak ada manfaatnya itu, bahkan bisa menyebabkan gangguan pada tubuh," ujar Haekal kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Dia mengungkapkan, jika kalung tersebut benar memiliki kandungan klorin (chlorine), maka hal itu bahkan berisiko bagi kesehatan manusia.

Menurutnya, sesuatu yang tergolong disinfektan bukan untuk digunakan ke permukaan makhluk hidup.

anti-virus-corona-3.jpg

Sebab, disinfektan mengandung kompoisisi zat kimia yang digunakan untuk membersihkan, menghambat, dan membunuh kuman atau virus di permukaan benda mati.

"Klorin adalah senyawa yang digunakan untuk sterilisasi mulai dari sterilisasi air hingga kolam renang, klorin bisa menjadikan rabun pada manusia dan tergantung dari kadar tersebut," lanjutnya.

Adapun kadar rendah klorin dijelaskan dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan, menimbulkan batuk, nyeri tenggorokan, iritasi kulit dan mata, dan gatal-gatal.

Sementara itu, kadar klorin yang tinggi dapat menyebabkan sesak napas akibat gangguan pasokan oksigen ke paru-paru dan penyempitan bronkus.

Dilansir dari Hong Kong Free Press, produk "Shut Out" yang diklaim sebagai anti-virus telah dilarang di seluruh Asia, meski barang tersebut masih tersedia di beberapa lapak di Hong Kong.

Diketahui, produk "Shut Out" diklaim efektif memblokir partikel dan bakteri di udara, serta virus yang saat ini menjadi pandemi (SARS-CoV-2), mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menginfeksi orang lain, dan cocok dipakai oleh siapa pun, termasuk orang dengan kekebalan tubuh yang rendah.

Produk tersebut mengandung klorin dioksida (chlorine dioxide) di mana seorang ahli virologi dan imunologi, dr. Ariane Davison mengungkapkan bahwa kalung itu tidak akan bekerja apa pun, termasuk melindungi diri dengan membunuh virus.

"Umumnya, alat ini dikenakan di leher Anda, karena dekat dengan portal utama masuknya infeksi Covid-19 yakni di hidung dan mulut," ujar Davison.

"Namun, jika Anda mendekatkan kalung tersebut ke wajah Annda, bahan aktifnya, chlorine dioxide akan menyebabkan iritasi pernapasan dan iritasi mata yang parah, serta kulit terbakar," lanjutnya. Apakah kalung virus shout out yang dipakai pejabat Forpimda Banyuwangi benar-benar bisa menangkal virus corona? Semoga. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com