Mentan RI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Komoditas Pangan Lokal

Home / Berita / Mentan RI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Komoditas Pangan Lokal
Mentan RI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Melalui Komoditas Pangan Lokal Kunjungan Mentan ke pabrik tepung tapioka dan sagu di Bangka Belitung, Sabtu (8/8/2020). (FOTO: Instagram Ditjen Tanaman Pangan)

GARUTTIMES, JAKARTA – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui komoditas pangan lokal. Salah satunya dengan menggairahkan pengembangan budidaya ubi kayu hingga industri tapioka dan komoditas sagu.

Hal ini disampaikan Mentan SYL, pada kunjungannya ke pabrik tepung tapioka dan sagu di Bangka Induk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Sabtu (8/8/2020).

Mentan yang didampingi oleh Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman meninjau PT. Bangka Asindo Agri (BAA), pabrik tepung tapioka yang sudah lama berdiri di Kabupaten Bangka.

Mentan mengatakan untuk menjaga pasokan pangan tetap aman terutama di masa pandemi Covid 19, perlu alternatif pengembangan pangan lokal seperti sagu, ubi kayu, ubi jalar, jagung, talas, sorgum, dan lainnya.

Penguatan pangan lokal sangat penting mengingat sektor pertanian khususnya subsektor tanaman pangan saat ini menjadi pengungkit utama pertumbuhan perekonomian.

Syahrul-Yasin-Limpo-12.jpg

“Ubikayu banyak digunakan untuk industri tapioka. Industri tapioka akan tumbuh jika ada kemitraan. Spek ubikayunya harus bagus dan ada kemitraan dengan skala kawasan,” sebut Mentan SYL dilansir dari laman facebook Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Perlu diketahui, baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II tahun 2020.

Karena itu, Mentan menegaskan ubi kayu beserta olahan turunannya, seperti mie, dapat menjadi pendorong perekonomian dan sumber ketahanan pangan negara. Produk ini sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia dan juga pasar ekspor.

"Kita punya tepung, sagu dan tapioka itu, kemudian sekarang sudah masuk kepada mie. Dimana mie itu kan menjadi pilihan-pilihan makanan orang Indonesia. Dan kita berharap memang menjadi kekuatan Indonesia ke depan," terangnya.

Di tempat yang sama Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyatakan sangat mendukung upaya Kementerian Pertanian yang memprioritaskan program ketahanan pangan lokal. Dengan demikian, diversifikasi pangan menjadi salah satu alternatif yang harus serius dikembangkan.

“Kami kembangkan ubikayu dan sagu untuk kepentingan industri. Di Babel ada 5 pabrik tapioka sejenis. Dan kita selalu mengimbau kerja sama kemitraan dengan petani. Petani kami imbau bisa menyediakan bahan baku secara kontinu dan berkualitas agar industri dapat terus berjalan," tuturnya saat mendampingi kunjungan Mentan RI dalam upaya peningkatan ketahanan pangan nasional. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com