Ekspedisi Gubernur: Pemprov NTT Siapkan Swasembada Garam, Ini Strateginya

Home / Ekonomi / Ekspedisi Gubernur: Pemprov NTT Siapkan Swasembada Garam, Ini Strateginya
Ekspedisi Gubernur: Pemprov NTT Siapkan Swasembada Garam, Ini Strateginya Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat (berkemeja putih) saat memanen garam di Area Penggaraman Bipolo Kupang NTT. (FOTO: Rizki Dwi Putra/TIMES Indonesia)

TIMESGARUT, KUPANG – Tim Ekspedisi Gubernur mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki target untuk mencapai swasembada garam dalam rangka memenuhi kebutuhan garam nasional yang mencapai 3,8 juta ton.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi kepada Tim Ekspedisi dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) mengatakan bahwa potensi alam NTT sangat mendukung untuk industri garam.

"Anugerah Tuhan curah hujan di NTT sedikit, dan sinar matahari dan anginnya banyak sehingga sangat mendukung untuk industri garam, dengan potensi itu kita menargetkan bisa mencapai swasembada garam dan memenuhi kebutuhan nasional," ungkap Josef.

Tim Ekspedisi Gubernur dari APPSI berkesempatan untuk melihat langsung industri garam di Kupang NTT dari hulu ke hilir. Mulai dari area penggaraman milik PT Garam Indo Nasional di daerah Bipolo, area penggaraman dan pabrik garam milik PT Garam (Persero) di kawasan Oeteta, serta Pabrik Garam milik Garam Mutiara.

Berdasarkan pantauan Tim Ekspedisi, potensi garam di NTT terlebih di Teluk Kupang bisa mencapai area penggaraman seluas 12.000 Hektare. Dengan asumsi 1 hektare bisa menghasilkan 100 ton garam, dari teluk Kupang saja bisa dihasilkan 1,2 juta ton garam. 

Namun meski begitu, untuk saat ini area yang digarap oleh PT Garam saja baru seluas 318 Hektare. Dari area seluas itu, PT Garam telah mampu memaksimalkan produksi garam hingga 7000 Ton dari sebelum diolah PT Garam hanya bisa memproduksi garam sebanyak 7 ton pada tahun 2012.

Selain di Teluk Kupang, masih banyak daerah lain di NTT yang berpotensi menjadi area penggaraman dan produksi garam, diantaranya di Pulau Sabu.

Sementara itu dari pantauan Tim Ekspedisi Gubernur dari APPSI, selain curah hujan yang rendah dan sinar matahari yang lebib banyak, yang jadi keunggulan bagi produksi garam di NTT adalah input air laut yang lebih jernih ketimbang di daerah lain di Indonesia sehingga bisa lebih cepat panen. Bahkan menurut Steven selaku pengelola PT Garam Indo Nusa di Kupang, kualitas garam di NTT tidak jauh berbeda dengan kualitas garam Australia karena memiliki input air laut yang sama. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com