Catatan Connie Rahakundini Bakrie *

Tragedi Nduga dan Problem Dasar Pertahanan Keamanan Indonesia

Home / Opini / Tragedi Nduga dan Problem Dasar Pertahanan Keamanan Indonesia
Tragedi Nduga dan Problem Dasar Pertahanan Keamanan Indonesia Dr Connie Rahakundini Bakrie. (Grafis: Dena/TIMES Indonesia)

TIMESGARUT, JAKARTA – Menurut Iskandar Hadrianto, tingkat keamanan Indonesia menempati peringkat 9 dari 142 negara (Indeks Law And Order, 2018). Untuk itu perlu dirumuskan segera indeks yang lebih detail terkait diskursus keamanan (comprehensive security) yang mencakup dimensi keamanan dari bencana alam, kesejahteraan sosial, perlindungan dan pemanfaatan atas kebhinekatunggalikaan kita serta keamanan dari tekanan dan kekerasan (riots, crime against humanity, arm conflicts akibat gerakan bersenjata, gerakan senjata dunia maya dan medsos atau non bersenjata ).

Setiap dimensi keamanan harus diformulasikan secara lebih detail mencakup per individu dan kawasan dengan tingkat akurasi tinggi. Dengan demikian, negara memiliki alat ukur kompeten dan mumpuni (yardstick) secara kuantitatif yang berpresisi tinggi.

Presiden RI Joko Widodo secara tegas menyatakan bahwa pemerintah tidak memberi ruang bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tanah Air. “Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air,” katanya pada Rabu, 5 Desember 2018. Presiden kemudian memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab termaksud.

Menanggapi tragedi Nduga, saya kira sudah seharusnya Kemenkopolhukam, Kementerian Pertahanan bersama Mabes TNI dan Polri memiliki (atau segera membuat) Indeks Keamanan Pertahanan Nasional. Indeks ini sebagai alat untuk mengukur (device) seberapa aman Indonesia dari beragam rupa ancaman.

Menurut pandangan saya, problematik terbesar kita dan keresahan di masyarakat melihat perdebatan tentang siapa yang turun dan wajib leading dalam case Tragedi Nduga terjadi karena terdapat "pembiaran berlarut’’. Khususnya pembiaran terhadap apa yang sudah pernah saya usulkan sejak tahun tahun lalu. Yakni tentang sebuah “grand design” tingkat nasional dan regional.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com